Membangkitkan Investasi Properti Rumah Menurut Pesan SMF

Membangkitkan Investasi Properti Rumah Menurut Pesan SMF

Redaksinet.com – Untuk membangkitkan investasi properti, salah satunya dari perusahaan plat merah yakni PT Sarana Multigriya Finansial telah di tunjuk sebagai pelaksana investasi dan memberikan bantuan renovasi terhadap rumah-rumah yang akan di jadikan homestay melalui kerjasam dengan Kementrian Pariwisata.

Lebih lanjut, direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo menjelaskan dalam hal ini pesan SMF dalam sistem perumahan di Indonesia yakni perusahaan pembiayaan sekunder perumahan (SPPSP), dimana SMF tidak bisa langsung masuk kepada konsumen akan tetapi harus melalui penyalur Kredit Pemilik Rumah (KPR) ialah perbankan.

Selain itu Ananta menjelaskan, bahwa akumulasi dalam peyaluran serta modal SMP utuk saat ini mencapai Rp 69,15 triliun. Yang terdiri dari akumulasi sekuritas sebesar Rp 12,78 triliun dan dari akumulasi pembelian KPR sebesar Rp 156 miliar.

“Kemudian dari akumulasi itu aliran dana tersebut akan di salurkan kepada penyalur KPR dibandingkan modal di setor SMF kurang lebih mencapai angka 9,23, ungkapnya.

Untuk menjawab semua issue yang tertera pada bidang properti rumah, saat ini Ananta menjelaskan, bahwa telah terdapat tantangan penyediaan pembiayaan perumahan di tengan pandemi covid – 19.

Baca Juga:

Sementara itu Kementerian Keuangan memproyeksikan bahwa untuk Triwulan III-2021, PDB Indonesia hanaya tumbuh diangka sebesar 4,3% saja, sedangkan pada triwulan sebelumnya PDB Indonesia telah mampu tumbuh di angka hingga 7%.

Dalam inpliksi dari perlambatan proses pemulihan ekonomi twrdampak pada sektor perumahan yang menyebabkanpara pengembang telah memilih untuk lebih berfokus pada penjualan stok rumah yang belum terjual saja.

Lebih lanjut, konsumen telah memilih untuk lebih menahan diri dibanding melakukan konsumsi, hal tersebut telah terlihat dari indeks penjualan ritel sebesar 12,91% telah mengalami penurunan dan dana pihak ketiga yang terhimpun di bank telah mengalami kenaikan.

Ketiga, perbankan dengan begitu besarnyadana pihak ketiga yang telah terhimpun serta pemulihan ekonomi yang terhambat menyebabkan kesulitan bagi bank untuk menyalurkan KPR “Apabila telah terjadi penyaluran KPR, maka pihak bank akan sangat berhati hati dalam segala penyaluranny,” jelasnya.

Baca Selengkapnya: Keuntungan Dalam Investasi Rumah Yang Diperoleh

You May Also Like

About the Author: Obast

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *