Spot Trading Kripto: Bagaimana Menganalisa Untung Dan Ruginya?

By | October 26, 2022

Redaksinet.com – Spot Trading kripto merupakan keliru satu metode trading yang kerap digunakan oleh para pelaku pasar digital. Kemudahan transaksi yang di tawarkan oleh Spot Trading memungkinkan trader untuk membeli dan menjajakan aset kripto secara real-time. Apa saja keuntungan dan kerugian Spot Trading kripto untuk pelaku pasar? Di mana transaksi ini dapat dilakukan?

Apa Itu Spot Trading?

Spot Trading kripto adalah bentuk perdagangan mata duwit digital yang paling lazim ditemukan. Pada dasarnya, Spot Trading mengacu terhadap sistem menjual beli suatu aset secara langsung. Aset yang dimaksud dapat bermacam-macam, jadi berasal dari forex, saham, obligasi, dan komoditas. Metode ini terhitung kerap digunakan untuk mendapatkan profit di pasar digital.

Proses perdagangannya terlampau sederhana. Transaksi aset kripto dapat dijalankan secara instan pada buyer dan seller. Selama keduanya dapat menyetujui harga bid dan offer yang ditawarkan, transaksi dapat berlangsung. Prinsip Spot Trading adalah ‘beli waktu harga turun, menjual waktu harga naik’.

Karena itulah biasanya trader membeli sejumlah aset waktu harganya tengah turun, lantas menjualnya kala harga aset berikut naik. Dengan demikian, profit diperoleh berasal dari berbedaan harga kala membeli dan menjajakan aset.

Contoh cara kerja spot trading dapat diamati di dalam persoalan berikut. Mari asumsikan bahwa seorang trader mengambil keputusan untuk membuka posisi buy terhadap pair BTC/USD. Anggap saja harga 1 BTC = $50,000. Trader berikut mengambil keputusan untuk membeli 2 BTC seharga $100,000.

Kemudian ia mengambil keputusan untuk mencegah aset berikut selama beberapa waktu. Keesokan harinya BTC naik pesat menjadi 1 BTC = $55,000. Jika ia mengambil keputusan untuk sell, maka harga 2 BTC yang dimilikinya menjadi $110,000. Maka keuntungan yang didapatkan oleh trader berikut adalah $10,000.

Di Mana Spot Trading Bisa Dilakukan?

Umumnya, Spot Trading kripto dapat dijalankan di Spot Market, yaitu area di mana instrumen diperdagangkan secara segera bersama sistem yang cepat. Di sini, trader dapat laksanakan aktivitas menjual beli aset kripto bersama harga real-time. Spot Market terhitung kerap disebut bersama Cash Market sebab trader laksanakan pembayaran di awal

Berikut adalah beberapa fasilitas yang sediakan Spot Trading kripto:

Exchange

Biasanya, trader manfaatkan bursa atau exchange sebagai pihak ketiga yang memfasilitasi perdagangan mata duwit kripto. Ada dua model bursa area perdagangan mata duwit kripto, yaitu bursa tersentralisasi dan bursa terdesentralisasi atau DEX (Decentralized Exchange).

Bursa tersentralisasi mengelola perdagangan berbagai macam aset seperti kripto, valas, komoditas, dan tetap banyak lagi. Untuk menegaskan keamanan transaksi, bursa ini mengaplikasikan peraturan KYC (Know Your Costumer/Kenali Pelanggan Anda). Exchange tersentralisasi biasanya mengenakan ongkos transaksi, listing, dan aktivitas perdagangan lainnya.

Sedangkan DEX adalah model bursa yang paling lazim digunakan di pasar duwit kripto. Perdagangan terhadap DEX berjalan secara segera berasal dari Wallet atau dompet kripto melalui smart contract. Kontrak ini biasanya bersifat potongan kode yang dieksekusi sendiri di sebuah blockchain.

Banyak trader kripto yang menyukai DEX sebab dianggap lebih safe dan menambahkan lebih banyak privasi dibandingkan model bursa lainnya.

Over-the-Counter

Selain bursa, beberapa trader lebih menentukan manfaatkan jasa over-the-counter atau OTC. Perdagangan spot di pasar OTC memungkinkan mata duwit kripto diperdagangkan secara segera pada broker, trader, dan dealer.

Penggunaan OTC lebih cocok untuk trader yang memperdagangkan aset bersama likuiditas rendah sebab mereka dapat menambahkan harga yang lebih baik. Komunikasi antar pelaku pasar dapat dijalankan melalui telpon atau pesan instan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *